Rabu, 09 Oktober 2013

Tugas 2. Arsitektur Komputer & Struktur Kognitif Manusia

A. Pengertian Arsitektur Komputer
Bagaimana pengertian arsitektur komputer?

Dalam bidang teknik komputer, arsitektur komputer adalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer. Arsitektur komputer ini merupakan rencana cetak-biru dan deskripsi fungsional dari kebutuhan bagian perangkat keras yang didesain (kecepatan proses dan sistem interkoneksinya). Dalam hal ini, implementasi perencanaan dari masing–masing bagian akan lebih difokuskan terutama, mengenai bagaimana CPU akan bekerja, dan mengenai cara pengaksesan data dan alamat dari dan ke memori cache, RAM, ROM, cakram keras, dll). Beberapa contoh dari arsitektur komputer ini adalah arsitektur von Neumann, CISC, RISC, blue Gene, dll. Arsitektur komputer juga dapat didefinisikan dan dikategorikan sebagai ilmu dan sekaligus seni mengenai cara interkoneksi komponen-komponen perangkat keras untuk dapat menciptakan sebuah komputer yang memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja, dan target biayanya (Wikipedia, 2013).

B. Struktur Kognisi Manusia
Bagaimana stuktur kognisi manusia?
Kognisi adalah kepercayaan seseorang tentang sesuatu yang didapatkan dari proses berpikir tentang seseorang atau sesuatu. Proses atau struktur yang dibangun pada kognisi manusia merupakan hal yang dilakukan untuk memperoleh pengetahuan dan memanipulasi pengetahuan melalui aktivitas mengingat, menganalisis, memahami, menilai, menalar, membayangkan dan berbahasa. Kapasitas atau kemampuan kognisi biasa diartikan sebagai kecerdasan atau inteligensi. Bidang ilmu yang mempelajari kognisi cukup beragam, di antaranya adalah psikologi, filsafat, komunikasi, neurosains, serta kecerdasan buatan. Kepercayaan atau pengetahuan seseorang tentang sesuatu dipercaya dapat memengaruhi sikap mereka dan pada akhirnya memengaruhi perilaku atau tindakan mereka terhadap sesuatu. mengubah pengetahuan seseorang akan sesuatu dipercaya dapat mengubah perilaku mereka (Wikipedia, 2013).

C. Kaitan Antara Struktur Manusia dan Arsitektur Komputer
Bagaimana menjelaskan dan memahami kaitan antara struktur kognitif manusia dan arsitektur komputer?
Menurut Solso, dkk(2007) Kognitif manusia sangat erat kaitannya dengan memperoleh dan memproses informasi mengenai dunia, cara informasi tersebut disimpan dan diproses oleh otak, cara seseorang menyelesaikan masalah, berpikir dan menyusun bahasa, dan bagaimana proses-proses ini ditampilkan dalam perilaku yang dapat diamati.
Struktur kognitif pada manusia mencangkup keseluruhan proses psikologis, Neisser (dalam Solso, 2007) menunjukan dengan tepat kognisi manusia mengacu pada seluruh proses di mana input sensorik diubah, dikurangi, dimaknai, disimpan, diambil kembali, dan digunakan, jelaslah bahwa struktur kognisi dilibatkan dalam keseluruhan hal yang mungkin dilakukan oleh manusia manusia.
Maka, kaitan antara struktur kognitif manusia dan arsitektur komputer dibabarkan oleh seorang ahli yang dapat dipandang sebagai bapak psikologi kognitif yakni George Miller (dalam Basuki, 2008). Setelah meneliti tentang statistical learning theory, teori informasi dan usaha menstimulasi jiwa manusia (human mind) dengan komputer. Miller sampai pada kesimpulan bahwa behaviorisme tidak cocok. Menurutnya, terdapat kesamaan anatara beroperasinya komputer dengan human mind seperti proses untuk memperoleh pengetahuan (input) dan memanipulasi pengetahuan melalui aktivitas mengingat, menganalisis, memahami, menilai, menalar, membayangkan dan berbahasa.
D. Kelebihan dan Kelemahan Arsitektur Komputer dibandingkan Struktur Kognisi Manusia.

Tentu segala sesuatunya memiliki kelebihan serta kekurangan yang selalu dimiliki baik manusia ataupun komputer canggih sekalipun. Mari, kita observasi lebih lanjut mengenai kekurangan dan kelebihan antara arsitektur komputer dan struktur kognisi manusia.

Kelebihan arsitektur komputer:
a. Arsitektur komputer memiliki perangkat keras (hardware) yang mampu menyimpan begitu banyak data ataupun file sehingga dapat dilihat kapanpun dengan akurasi catatan yang sama persis ketika dibuat.
b. Pada manusia processor bisa disamakan cara kerjanya dengan otak, inilah kelebihan pada arsitektur komputer dapat menggunakan processor lebih dari satu.
c. Komputer mampu membukan atau menjalankan program apilikasi lebih dari satu.

Kekurangan arsitektur komputer:
a. semakin banyak perangkat keras (hardware) yang dipasang dalam suatu arsitektur komputer, semakin besar ruang (space) yang dibutuhkan tentu akan mempersulit dalam membawanya.
b. semakin kompleks dan rumit suatu arsitektur komputer maka semakin mahal biaya yang harus dikeluarkan.
c. perangkat elektronik manapun tentunya harus menggunakan sumber daya listrik yang cukup untuk mengoperasikan suatu perangkat tersebut, hal ini juga berlaku untuk arsiktektur komputer yang menggunakan listrik yang cukup besar.

Kelebihan struktur kognisi manusia:
a. Struktur kognisi manusia memiliki sifat yang dinamis, sehingga mampu memproses informasi jauh lebih baik dalam persoalan yang rumit.
b. Kognisi manusia mampu belajar hal baru dengan cepat.
c. Mampu membayangkan atau memvisualisasikan suatu hal dengan baik.
d. Mampu menggunakan proses nalar dalam memecahkan permasalahaan.

Kekurangan struktur kognisi manusia:
a. tidak mampu mengingat dalam jangka panjang secara detail.
b. perlu waktu untuk mengingat kembali hal yang sudah lama tersimpan.
c. terkadang tidak mampu mengingat suatu hal yang baru saja terjadi beberapa waktu yang lalu, karna kurangnya konsentrasi dalam menginput informasi tersebut.



Contoh dan analisis:

Sumber gambar: google.com


Contoh Kasus:
Seperti yang kita ketahui bahwa semua arsitektur komputer harus membutuhkan bantuan operator atau user yang meskipun hanya sebagian kecil sekalipun, tetapi tetap membutuhkan manusia untuk memerintahkan komputer tersebut dalam menjalani sesuai program atau perintah yang diinput.
Analisis:
Struktur kognitif pada manusia mencangkup keseluruhan proses psikologis, Neisser (dalam Solso, 2007) menunjukan dengan tepat kognisi manusia mengacu pada seluruh proses di mana input sensorik diubah, dikurangi, dimaknai, disimpan, diambil kembali, dan digunakan oleh orang itu sendiri tanpa bantuan orang lain.
Tidak seperti perangkat komputer yang harus membutuhkan operator atau user dalam melakukan sistem operasinya, yang perlu digaris bawahi adalah bahwa manusia memiliki sistem kognitif yang jauh lebih sempurna dibandingkan sistem komputer yang hanya bisa beroperasi dengan bantuan external

Referensi:
http://id.wikipedia.org/wiki/Arsitektur_komputer
http://id.wikipedia.org/wiki/Kognisi
Basuki, A. M. H. (2008). Psikologi Umum. Jakarta: penerbit gunadarma
Solso, R.L., Maclin, O.H. Maclin, M.K. (Eds.). (2007). Psikologi Kognitif. Jakarta: Erlangga.

Tugas 1. Sistem Informasi Psikologi

Sistem Informasi Psikologi

Tugas 1
Sistem Informasi Psikologi

A. Pengertian Informasi 
Bagaimana pengertian informasi sehingga dapat berinteraksi dengan sistem ?

Banyak dari kita sering mendengar, membaca ataupun menggunakan istilah "informasi", "dunia informasi," ataupun “teknologi informasi yang dalam bidang ilmu informasi dan ilmu komputer sangat sering menjadi sorotan. Akan tetapi kata "informasi" sering dipakai tanpa pertimbangan yang cermat mengenai berbagai arti yang dimilikinya (Wikipedia, 2013).

Informasi merupakan fungsi penting untuk membantu mengurangi rasa cemas seseorang. Menurut Notoatmodjo (dalam Wikipedia, 2013) bahwa semakin banyak informasi dapat memengaruhi atau menambah pengetahuan seseorang dan dengan pengetahuan menimbulkan kesadaran yang akhirnya seseorang akan berperilaku sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya.

Jadi, informasi adalah pesan berupa ucapan atau ekspresi ataupun kumpulan pesan yang terdiri dari simbol-simbol berupa angka, huruf, gambar dan lain sebagainya, yang memiliki makna sehingga dapat ditafsirkan dari pesan atau kumpulan pesan tersebut (Wikipedia, 2013).

Istilah "sistem" sering kali kita dengar dalam kesaharian, atau juga dalam forum diskusi maupun dokumen ilmiah. Kata ini digunakan untuk banyak hal, dan pada banyak bidang pula, sehingga maknanya menjadi beragam. Dalam pengertian yang paling umum, sebuah sistem adalah sekumpulan benda yang memiliki hubungan di antara mereka. Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak, contoh umum misalnya seperti negara. Negara merupakan suatu kumpulan dari beberapa elemen kesatuan lain seperti provinsi yang saling berhubungan sehingga membentuk suatu negara dimana yang berperan sebagai penggeraknya yaitu rakyat yang berada dinegara tersebut (Wikipedia, 2013).

Jadi, dapat disimpulkan bahwa kaitannya informasi dengan sistem adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi (Wikipedia, 2013).

B. Pengertian Sistem Informasi Psikologi 
Bagaimana penggunaan sistem informasi dalam psikologi?

Menurut Wundt (dalam Basuki, 2008) psikologi merupakan ilmu tentang kesadaran manusia. Selain itu psikologi adalah sebuah bidang ilmu pengetahuan dan ilmu terapan yang mempelajari mengenai perilaku dan fungsi mental manusia secara ilmiah (Wikipedia, 2013).
Penggunaan sistem informasi dalam bidang psikologi belakangan ini cukup banyak. Mari kita lihat contoh kasus atau penerapannya dalam keseharian.


Salah satunya dalam hal penggunaan Sistem informasi dalam bidang psikologi sangat terlihat dalam e-counselling. Hal ini tentunya lebih memudahkan proses konseling antara konselor dengan kliennya, sehingga jarak dan waktu tidak lagi menjadi penghalang dalam proses konseling.

Sumber gambar: http://www.griefencounter.org.uk


Ada lagi penerapan sistem informasi dalam psikotest, di era informasi saat ini penggunaan sistem informasi dalam melakukan psikotest semakin meluas mulai dari psikotest untuk anak-anak sampai dengan level karyawan.

Sumber gambar: http://wwsmothhitam.blogspot.com


Berikut diatas adalah beberapa contoh dari penggunaan sistem informasi dalam psikologi.
Maka dari itu, analisisnya dalam penggunaan sistem informasi dibidang psikologi adalah sangat penting, yang dimana penggunaan teknologi sudah sangat meluas, sehingga penggunaan cara manual sudah menjadi semakin ketinggalan, hal ini perlunya pengembangan sistem informasi dalam mendukung dan mengembangkan berbagai aspek-aspek dibidang psikologi, dengan catatan semua itu harus melalui prosedur dan tahapan ilmiah sehingga tidak mengurangkan realibilitas dan validitas.

Referensi:
Basuki, A. M. H. (2008). Psikologi Umum. Jakarta: penerbit gunadarma
http://id.wikipedia.org/wiki/Informasi
http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem
http://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi
http://stie-kusumanegara.ac.id
http://www.griefencounter.org.uk
http://wwsmothhitam.blogspot.com

Jumat, 10 Mei 2013

Kisah Inspiratif "Beruntung itu Bukan dari Fisik Mu tapi Karna Usaha Mu"


Sejak jaman dahulu, masyarakat Tionghoa sangat menekankan nilai-nilai positif daripada pola hidup “rajin, hemat dan tahan susah”, tak peduli berada di negara mana pun, selalu saja mengand...alkan kerja keras, makanya kebanyakan dari warga Tionghoa berhasil menggapai kesuksesan di berbagai belahan dunia.

Namun sekarang angin barat telah berhembus ke timur, pola hidup yang menekankan konsumsi dan kenikmatan perlahan-lahan mulai menggantikan pola pemikiran “rajin dan hemat pangkal kaya”; kehidupan bermewah-mewahan dari banyak orang sebetulnya dibangun pada landasan yang rentan, membuatnya mudah goyah dan sulit tenang.

Di daerah Yunlin Taiwan ada sepasang ibu dan anak dengan keterbelakangan mental, anak bernama A Yi sangat rajin, setiap hari pulang pergi dengan bersepeda menempuh jarak 20 kilometer untuk bekerja sebagai pemindah kotak karton di “Pabrik Harapan” bagi penyandang cacat fisik dan mental; ibunya juga ikut mengajukan diri kepada pemilik pabrik untuk bekerja sebagai pekerja kasar, tetapi pemilik pabrik khawatir kalau usianya sudah sangat lanjut, dia menjawab: “Kalau puteraku sanggup memindahkan barang, saya juga sanggup memanggulnya.”

Kedua ibu dan anak ini menggunakan hati yang murni dan jernih untuk menutupi cacat lahir mereka, mereka dengan kerja jasmani mencukupi kebutuhan hidup sendiri; bukan saja tidak membutuhkan bantuan sanak keluarga dan teman lagi, bahkan mereka mampu hidup hemat untuk menyisihkan uang dan menyumbangkannya ke Tzu Chi demi membantu orang lain; benar-benar membuat orang merasa kagum dan terharu.

Kuli pengangkut barang berlengan tunggal yang tidak ditaklukkan oleh kesulitan

Di Tiongkok ada seorang ayah yang berlengan tunggal, selama 21 tahun ini dia membesarkan kedua orang puteranya seorang diri. Semula dia adalah seorang pekerja tambang batu bara, namun dia kehilangan sebuah lengan dalam suatu kecelakaan, kemudian dia pergi ke Gunung Huashan untuk bekerja sebagai kuli pengangkut barang, dalam sehari dia mengangkut barang sebanyak dua kali perjalanan, setiap kali perjalanan memikul beban lebih dari 70 kg dan menghabiskan waktu selama dua jam lebih dalam mendaki anak tangga setinggi 1.100 meter untuk menghantarkan bahan kebutuhan hidup ke atas gunung.

Jika kuli pengangkut barang lain bisa sebelah tangan berpegang pada rantai, sebelah tangan lagi menyangga pada tongkat, mendaki ke atas gunung dengan hati-hati; namun dia hanya memiliki sebuah lengan, dia terpaksa menggunakan dua jari tangan untuk memegang tongkat dan tiga jari tangan mengait pada rantai besi, membungkukkan badan untuk menahan beban sampai ke atas gunung. Kerja kerasnya ini hanya mendapatkan imbalan sebanyak sembilan puluhan ribu rupiah perhari. Ketika puteranya yang bekerja di luar daerah pulang ke rumah, dia pernah sekali menemani sang ayah bekerja, ada beberapa kali puteranya ini menangis ingin menggantikan sang ayah memikul barang; namun sang ayah tidak ingin anaknya mengalami kesusahan ini dan berkata pada anaknya: “Asalkan kamu memiliki cita-cita tinggi dan berprilaku benar, maka kesusahan ini akan ada nilainya.”

Tak peduli kondisi luar bagaimana, asal setiap orang dapat meningkatkan taraf batin masing-masing, menunaikan kewajiban dengan baik, menjaga sebuah niat pikiran baik, tahu untuk mengatasi kesulitan, bukannya ditaklukkan oleh kesulitan, maka masyarakat ini baru bisa aman dan selamat; jika semua orang bersatu hati dan bergotong royong, tentu akan dapat sama-sama menciptakan masyarakat yang damai dan makmur. Sebaliknya jika dilihat pada masyarakat jaman sekarang, banyak orang tidak mau hidup menghadapi kesusahan, atau jika menemui sedikit kesusahan, lalu merasa semua orang bersalah padanya; “cacat batiniah” pada manusia dapat menyebabkan “bencana batiniah” pada masyarakat.

Saya berharap agar batin setiap manusia dalam masyarakat dapat lebih “murni dan bajik” --- setiap orang berpanutan pada orang yang telah bertekad luhur; dalam pola kehidupan yang rajin dan hemat, berusaha menaklukkan nafsu keserakahan dan kemalasan, serta membangkitkan kondisi batin yang aktif, dapat menggenggam setiap detik untuk bersumbangsih demi masyarakat.


"Siapa pun Kamu, bagaimana pun kondisi Kamu, tak peduli seburuk apapun itu, bukanlah hal yang dapat menghalangi kesuksesan Mu, sesungguhnya hal yang membuat seseorang bisa berhasil atau tidaknya adalah Usaha Mu sendiri"
-Robert Yusnanto CH, CHt.

Sumber: Surya Lie (dalam Tzu Chi, 2012)
 

Minggu, 17 Maret 2013

PSIKOTERAPI (1)


A. Psikoterapi

Menyembuhkan orang sakit melalui pengaruh hubungan antara seorang dengan orang lain sudah dilakukan, setua umur manusia di dunia ini. Jauh sebelum ditemukan cara pengobatan untuk menyembuhkan orang sakit, sudah disadari adanya pengaruh yang bisa diberikan untuk mempengaruhi sesuatu penyakit, dengan menanamkan atau meningkatkan perasaan sehat. Dilihat dari sudut pandang ini, jelas sekali bahwa bentuk penyembuhan yang kemudian dikenal dengan psikoterapi, yang pada hakekatnya sudah lama sekali dilakukan. Psikoterapi yang lahir pada pertengahan dan akhir abad yang lalu, dilihat secara etimologis mempunyai arti sederhana, yakni “psyche” yang artinya jelas, yaitu “mind” atau sebenarnya: jiwa dan “therapy” dari bahasa Yunani yang berati “merawat” atau “mengasuh”, sehingga psikoterapi dalam arti sederhana adalah “perawatan terhadap aspek kejiwaan” seseorang. Beberapa tokoh berpendapat tentang psikoterapi adalah sebagai berikut:
  1. Menurut Klaus Grawe (dalam Raymond J. Corsini & Danny Wedding), mengatakan bahwa, “psychotherapy, as far as it leads to substantial behavior change, appears to achieve its effect through changes in gene expression at the neuronal level”. Artinya adalah Psikoterapi, sejauh itu mengarah pada perubahan perilaku yang substansial, nampaknya dapat mencapai efek tertentu melalui perubahan dalam ekspresi gen pada tingkat neuronal.
  2. Menurut Raymod J. Corsini dalam bukunya Current Psychotherapies edisi 8, menyebutkan bahwa ”psychotherapy is a formal process of interaction between two parties, each party usually consisting of one person but with the possibility that there may be two or more people in each party, for the purpose of amelioration of distress in or malfunction: cognitive functions (disorders of thingking), affective functions (suffering or emotional discomforts), or behavioral functions (inadequacy of behavior)”. Artinya adalah bahwa psikoterapi adalah suatu proses interaksi formal antara dua individu, yang masing-masing pihak biasanya terdiri dari satu orang tetapi dengan kemungkinan bahwa bisa saja ada dua orang atau lebih dari masing-masing pihak, yang bertujuan untuk mengatasi perasaan tertekan atau atau suatu gangguan, seperti: fungsi kognitif (gangguan berfikir), fungsi afektif (penderitaan atau ketidaknyamanan emosional), atau disfungsi perilaku (perilaku menyimpang).

Dari kedua tokoh diatas dapat disimpulkan bahwa psikoterapi merupakan suatu proses interaksi formal antara dua individu atau lebih yang mengarah pada perubahan perilaku yang substansial dan lebih baik dari suatu gangguan tertentu seperti: fungsi kognitif (gangguan berfikir), fungsi afektif (penderitaan atau ketidaknyamanan emosional), atau disfungsi perilaku (perilaku menyimpang).

B. Tujuan dari Psikoterapi

Berikut ini akan diuraikan mengenai tujuan dari psikoterapi secara khusus dari beberapa metode dan teknik psikoterapi:
  1. Tujuan psikoterapi dengan pendekatan psikodinamika menurut Ivey, et al (dalam singgih, 2007) adalah membuat sesuatu yang tidak sadar menjadi suatu yang disadari. Rekonstruksi kepribadiannya dilakukan terhadap kejadian-kejadian yang sudah lewat dan menyusun sintesis yang baru dari konflik-konflik yang lama.
  2. Tujuan psikoterapi dengan pendekatan psikanalisis menurut Corey (dalam singgih, 2007) dirumuskan sebagai: membuat sesuatu yang tidak sadar menjadi suatu yang disadari. Membantu klien dalam menghidupkan kembali pengalaman-pengalaman yang sudah lewat dan bekerja melalui konflik-konflik yang ditekankan melalui pemahaman intelektual.
  3. Tujuan psikoterapi dengan metode dan teknik Gestalt, dirumuskan oleh Ivey, et al (dalam singgih, 2007) sebagai berikut: agar seseorang lebih menyadari  mengenai kehidupannya dan bertanggung jawab terhadap arah kehidupan seserorang.

Dari ketiga tokoh diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan psikoterapi adalah membuat sesuatu yang tidak sadar menjadi suatu yang disadari, merekonstruksi kepribadiannya dilakukan terhadap kejadian-kejadian yang sudah lewat, agar seseorang lebih menyadari  mengenai kehidupannya dan bertanggung jawab terhadap arah kehidupan seserorang.

C. Unsur Psikoterapi

Menurut Masserman (dalam residen bagian psikiatri UCLA, 1997) menyatakan ada tujuh “parameter pengaruh” dasar yang mencangkup unsur-unsur lazim pada semua jenis psikoterapi, dalam hal ini antara lian:
  1. peran sosial (“martabat”) psikoterapis
  2. hubungan (persekutuan terapeutik)
  3. hak
  4. retrospeksi
  5. re-edukasi
  6. rehabilitasi
  7. resosialisasi, dan
  8. rekapitulasi

D. Perbedaan Psikoterapi dengan Konseling

Menurut Thompson & Rudolph (dalam singgih, 2007) perbedaaannya adalah:

Konseling untuk:                                             Psikoterapi untuk:
1. Klien.                                                          1. Pasien.
2. Gangguan yang kurang serius.                      2. Gangguan yang serius.
3. Masalah: jabatan, pendidikan, dll.                3. Masalah kepribadian dan pengambilan keputusan.                                                             
4. Berhubungan dengan pencegahan.               4. Berhubungan dengan penyembuhan.
5. Lingkungan pendidikan dan non-medis.       5. Lingkungan medis.
6. Berhungan dengan kesadaran                      6. Berhubungan dengan ketidak sadaran.
7. Metode pendidikan.                                    7. Metode penyembuhan.

E. Pendekatan Psikoterapi terhadap Mental Illnes

Menurut Singgih (2007), dibahas 4 pendekatan, antara lain:
1. Pendekatan psikoanalitik, pendekatan afektif, pendekatan behavioristik dan pendekatan kognitif.

F. Bentuk Utama Terapi
Bentuk utama terapi antara lain:
1. Teknik Terapi Psikoanalisa
    Menekankan fungsi pemecahan masalah dari ego yang berlawanan dengan impuls seksual dan agresif dari id.
2. Teknik terapi perilaku
    Terapi yang menggunakan prinsip belajar untuk memodifikasi perilaku individu
3. Teknik terapi kognitif
    Berfokuskan pada kemampuan pasien untuk mengembangkan cara berpikir melalui cognitif style.
4. Teknik terapi humanistik
   Membantu individu untuk menyadari diri yang sesungguhnya dan memecahkan masalah mereka dengan intervensi terapis yang minimal.
5. Teknik terapi integritas
   Memilih dari berbagai teknik terapi yang paling tepat untuk klien tertentu, ketimbang mengikuti dengan kaku satu teknik tunggal.
6. Teknik terapi kelompok dan keluarga
    Terapi ini memberikan kesempatan bagi individu untuk menggali sikap dan perilaku dalam interaksi dengan orang lain yang memiliki masalah serupa. Sedangkan terapi keluarga adalah terapi khusus yang membantu pasangan suami-istri atau orangtua anak untuk menangani masalahnya.

Daftar pustaka:

Gunarsa, Singgih. (2007). Konseling dan Terapi. PT.BPK Gunung Mulia: Jakarta
Residen Psikiatri UCLA. (1997). Buku Saku Psikiatri. Buku Kedokteran EGC: Jakarta
Ludin, Abu Bakar. (2010). Dasar-Dasar Konseling. Citapustaka Media Perintis: Bandung
Corsini, R,J & Wedding, D. (2008). Current Pschotherapies. Edisi 8. Brooks/cole: USA
Corsini, R,J & Wedding, D. (2011). Current Pschotherapies. Edisi 9. Brooks/cole: USA

Kamis, 14 Juni 2012

Semangat, Pantang Menyerah dan Berjuanglah


Semangat, Pantang Menyerah dan Berjuanglah.

Judul di atas terinspirasi dari video-video yang saya tonton bersama teman-teman satu angkatan psikologi tadi sore dengan dosen yang saya hormati Ibu Egi. Video-video yang di tampilakan sangat bermanfaat, begitu menginpirasi dan memberi nutrisi batin setiap orang yang melihatnya. Saya merasa sangat kagum dengan orang-orang yang ada dalam video tersebut, dengan keterbatasan mereka, tak ada yang tak mungkin untuk bisa dilakukan, bahkan sangat luar biasa.
Saya merasa perlu membagi kisah yang saya lihat sekilas disalah satu di video tersebut, yang dipersembahkan oleh Ibu Egi. Agar semua orang dapat kembali mengisi kekosongan hati yang lapar akan semangat hidup, perjuangan, dan pantang menyerah.
Berikut ini adalah kisah seorang anak yang mengalami kecelakaan yang saya kutip dari Team Penulis Andriewongso.com, pada kisah ini bukanlah akhir dari hidupnya melainkan awal perjuangannya.

Sumber gambar: http://www.andriewongso.com/awartikel-3112-AW_Inspirational_Video-Qian_Hongyan,_Semangat_si_Bocah_Cacat



          Apa yang kita lihat diatas adalah foto asli seorang anak berusia belasan di china bernama Qian Hongyan. Ujian yang mahaberat untuk seorang anak yang baru melihat dunia beberapa tahun yang lalu ini sangatlah menyentuh hati nurani kita. Di usianya yang masih sangat dini yakni tiga tahun (tepatnya pada bulan Oktober 2000) ia mengalami kecelakaan fatal yang mengakibatkan separuh tubuhnya hingga batas pinggang harus diamputasi. Kondisi itu diperparah lagi dengan keadaan ekonomi orangtua Qian yang tidak berkecukupan. Karena itu, keluarga gadis cilik yang tinggal di Zhuangxia, China itu tak mampu memberikan kaki palsu untuk Qian. Sebagai gantinya, keluarga tersebut menyangga tubuh Qian dengan potongan bola basket. Sebuah solusi yang jauh dari kata nyaman, seperti kaki-kaki palsu lainnya.
Tidak dapat kita bayangkan, jika kondisi kita seperti apa yang di alami oleh Qian, tentu pukulan telak dalam keberlangsungan hidupnya nanti. Dan tak terbayangkan apa yang bisa kita lakukan tanpa kaki, tanpa kesempurnaan tubuh ini?
Dengan masalah sehari-hari saja terkadang kita masih banyak kebodohan-kebodohan yang kita lakukan. Seperti melakukan segala hal yang kurang bermaanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain, membuang-buang waktu, berbicara yang tidak baik, berprilaku yang tidak baik, bahkan berpikiran yang tidak seharusnya. Tak terhitung masalah yang kita timbulkan, yang tidak jarang membuat diri kita sendiri atau orang lain pusing karenanya. Apa lagi dengan masalah yang dihadapi Qian, tak mampu rasanya melihat kondisi seperti itu, butuh hati yang suci, semangat, perjuangan yang mahabesar untuk menghadapinya. Meskipun demikian Qian membuktikan dirinya bahwa ia bukanlah manusia yang mudah menyerah.

Sumber foto: Sumber gambar: http://www.andriewongso.com/awartikel-3112-AW_Inspirational_Video-Qian_Hongyan,_Semangat_si_Bocah_Cacat

Sumber foto: Sumber gambar: http://www.andriewongso.com/awartikel-3112-AW_Inspirational_Video-Qian_Hongyan,_Semangat_si_Bocah_Cacat

Hingga, suatu ketika ia mendatangi sebuah pertandingan olahraga nasional yang diselenggarakan di Kunming pada bulan Mei 2007. Disanalah awal semangat untuk mendunia itu mencul. 


Saat itu, Qian setiap hari menyaksikan perjuangan beberapa atlet cacat yang ikut menyemarakkan pertandingan. Melihat perjuangan rekan senasib yang bertubuh cacat, hati Qian pun tergerak. Jika orang lain mampu berprestasi di bidang olahraga meski dengan tubuh cacat, mengapa dia tidak melakukan hal yang sama? Pikiran itulah memunculkan cita-cita Qian Hongyan untuk ikut menjadi seorang atlet.
Maka, selepas acara olahraga nasional tersebut, tekad Qian segera diwujudkan dengan bergabung di sebuah klub renang khusus. Tekad itu didukung sepenuhnya oleh orangtua Qian. Maka, mereka pun mendatangi Zhang Honghu, seorang pelatih yang terkenal banyak menjadikan perenang cacat sebagai juara di kejuaraan renang. Qian meminta kesempatan kepada Zhang untuk dilatih menjadi seorang seorang juara.
Zhang yang dikenal sebagai pelatih bertangan dingin hanya mengatakan bahwa semua tergantung pada kemauan dan tekad Qian. Sebab, menurutnya, dengan kekurangan separuh tubuh yang tak dimilikinya, agak sulit bagi Qian untuk berenang dengan hanya mengandalkan kedua lengannya. Tetapi, tekad sangat kuat Qian rupanya berhasil memikat Zhang. Maka, ia pun memberikan porsi latihan khusus bagi Qian agar lebih mampu menyeimbangkan kedua bahu dan lengannya.
Kepercayaan Zhang pun dijawab dengan kesungguhan Qian. Dengan porsi latihan cukup berat, apalagi dengan kesulitan yang dialami sejak awal latihan, Qian tak pernah sekali pun mengeluh. Baginya, impian untuk menjadi atlet adalah cita-cita yang tak boleh padam. Dalam sehari, setidaknya jarak 2000 meter ditempuh Qian di arena air untuk melatih otot-ototnya. Selain itu, latihan lain seperti sit-up, mengangkat beban, hingga berbagai jenis latihan dilakukannya dengan bersemangat.
Semangat inilah yang membuat Qian kini dikenal di seantero China dan bahkan dunia. Kisah hidup dan tekad kuatnya telah menginspirasi banyak orang agar mampu mendobrak segala keterbatasan. Kisah Qian banyak dimuat di berbagai media baik cetak maupun online sehingga mengangkat namanya. Kini, ia ingin mendunia dengan usahanya mewakili China pada tahun 2012 pada kejuaraan renang di olimpiade khusus orang cacat. Tak tanggung-tanggung, Qian mematok target menjadi juara dunia renang pada kejuaraan olimpiade tersebut. Dia bekerja keras untuk mewujudkan impiannya tersebut. Jika melihat kesungguhan dan tekadnya, sepertinya impian itu tak mustahil untuk dicapai. Sebab, sejatinya kesungguhan dan tekad kuat yang dilandasi kerja keras akan mampu menaklukkan segala tantangan.
Dari cerita ini kita dapat memetik banyak hal yang harus kita jadikan nutrisi semangat hidup kita. Janganlah pernah berkata tak mungkin atau mustahil. Apa yang kita lakukan dengan semangat, pantang menyerah dan perjuangan, buktikanlah cita-citamu bahwa AKU BISA!

Referensi:
http://www.andriewongso.com/awartikel-3112-AW_Inspirational_Video-Qian_Hongyan,_Semangat_si_Bocah_Cacat

Kamis, 26 April 2012

Teori Kepribadian Sehat


Teori Kepribadian Sehat

Apakah yang dimaksud dengan kepribadian yang sehat?bagaimana sifat-sifat orang yang memiliki kepribadian yang sehat?dan apakah anda adalah pribadi yang sehat?
Mungkin ini adalah pertanyaan yang sangat menarik untuk dibahas dalam suatu pandangan yang mewakili pertanyaan dari banyak orang.
Kepribadian adalah kata yang begitu umum dipakai di dunia Psikologi, kepribadian seseorang bisa dinilai dari kemampuannya memperoleh reaksi-reaksi dari berbagai orang dalam berbagai keadaan. Untuk definisi kepribadian hampir bisa dikatakan tidak ada suatu kesepakatan definisi dari keseluruhan pandangan yang pernah dilontarkan. Menurut allport (1937) ia menemukan bahwa ada hampir 50 definisi berbeda yang digolongkannya kedalam sejumlah kategori. Allport sendiri memandang “kepribadian merupakan apa orang itu sesungguhnya”.
Sehat merupakan bagian dari harta manusia yang tak ternilai harganya. Sehat merupakan anugerah dari Sang Maha Pencipta untuk makhluk hidup melakukan perbuatan mulia sehingga sehat dapat di pandang indah untuk selalu disandang oleh individu yang sadar akan hal tersebut.
Dalam kesempatan kali ini akan dibahas pandangan Erich Fromm mengenai kepribadian sehat. Kepribadian yang sehat secara akademisi di pelajari secara mendalam pada psikologi pertumbuhan, yang didalamnya terdapat model-model kepribadian sehat.
sumber gambar: qualcosacheleggo.it
Erich Fromm yang pernah menuliskan “kita adalah orang-orang yang harus menjadi sesuai dengan keperluan-keperluan masyarakat dimana kita hidup”. Karena kekuatan-kekuatan sosial dan kultur begitu penting, fromm percaya bahwa perlu menganalisis struktur masyarakat. Jadi kodrat masyarakat adalah kunci untuk memahami dan mengubah kepribadian manusia. Apakah suatu kepribadian itu sehat atau tidak sehat tergantung pada kebudayaan yang membantu atau mengambat pertumbuhan dan perkembangan manusia yang positif.
Fromm memberikan suatu gambaran yang jelas tentang kepribadian yang sehat. Orang yang demikian mencintai sepenuhnya, kreatif, memiliki kemampuan-kemampuan pikiran yang sangat berkembang, mengamati dunia dan diri secara objektif, memiliki suatu perasaan identitas yang kuat, berhubungan dengan dan berakar didunia, subjek atau pelaku dari diri dan nasib, dan bebas dari ikatan-ikatan sumbang.
Akan tetapi ada salah satu pengertian dimana kepribadian sehat dan produktif benar-benar menghasilkan sesuatu dan merupakan hasil yang sangat penting dari individu, yakni diri. Orang-orang sehat menciptakan diri mereka dengan melahirkan semua potensi mereka, dengan menjadi semua menurut kesanggupan mereka dan memenuhi semua kapasitas mereka.

            Pengertian dasar dari teori fromm

Fromm adalah seorang teoretikus kepribadian yang handal, beliau sangat dipengaruhi oleh tulisan-tulisan Karl Marx. Tulisan-tulisan fromm dipengaruhi oleh pengetahuannya yang luas tentang sejarah, sosiologi, kesusasteraan dan filsafat. Tema dasar dari semua tulisan Fromm adalah orang yang merasa kesendirian dan terisolasi karena ia dipisahkan dari alam dan orang-orang lain. Keadaan isolasi ini tidak ditemukan dalam semua spesies binatang hal itu adalah situasi khas manusia. Anak, misalnya, bebas dari ikatan-ikatan primer dengan orang tuanya, tetapi dengan akibat bahwa ia merasa terisolasi dan tak berdaya.
Dalam teorinya tentang irasionalitas manusia, fromm mengembangkan dan memperhalus teorinya sendiri tentang kepribadian dalam suatu seri buku-buku yang sangat populer pada saat itu. Sistemnya menggambarkan kepribadian sebagai suatu yang ditentukan oleh kekuatan-kekuatan sosial yang mempengaruhi individu dalam masa kanak-kanak dan juga oleh kekuatan-kekuatan historis yang telah mempengaruhi perkembangan spesies manusia.
Fromm menulis “kita adalah orang-orang yang harus menjadi sesuai dengan keperluan-keperluan masyarakat di mana kita hidup ”. karena kekuatan sosial dan kultural begitu penting, from percaya bahwa perlu menganalisis struktur masyarakat (masa lampau dan sekarang) dikarenakan memahami struktur anggota-anggota individu dalam masyarakat itu. Jadi, kodrat masyarakat adalah kunci untuk memahami dan mengubah kepribadian manusia. Sebagaimana halnya kebudayaan, maka sama halnya dengan individu. Apakah suatu kepribadian itu sehat atau tidak sehat tergantung pada kebudayaan yang membantu atau menghambat pertumbuhan dan perkembangan manusia yang positif.
Fromm melihat kepribadian hanya sebagai suatu produk kebudayaan. Karena itu dia percaya bahwa kesehatan jiwa harus didefinisikan menurut bagaimana baiknya masyarakat menyesuaikan diri dengan kebutuhan-kebutuhan dasar semua individu, bukan menurut bagaimana baiknya individu-individu menyesuaikan diri dengan masyarakat. Kerena itu kesehatan psikologis tidak begitu banyak merupakan usaha individu jika dibandingkan dengan usaha masyarakat. Faktor kuncinya ialah bagaimana suatu masyarakat memuaskan secukupnya kebutuhan-kebutuhan manusia.
Suatu masyarakat tidak sehat atau sakit menciptakan permusuhan, kecurigaan, ketidakpercayaan dalam anggota-anggotanya, dan menghalangi pertumbuhan yang terjadi dalam setiap individu. Suatu masyarakat membiarkan anggota-anggotanya mengembangkan cinta satu sama lainnya, menjadi produktif dan kreatif, mempertajam dan memperhalus tenaga pikiran dan objektifitasnya dan mempermudah timbulnya individu-individu yang berfungsi sepenuhnya.
Fromm percaya bahwa kita semua memiliki suatu perjuangan yang melekat pada diri kita untuk kesehatan dan kesejahteraan emosional, suatu kecenderungan bawaan untuk kehidupan yang produktif, untuk keharmonisan dalam cinta. Dengan adanya kesempatan, kecenderungan yang diwariskan ini akan berkembang, yang memberikan individu berkembang untuk menggunakan sepenuhnya potensi yang ada.
Menurut fromm, kita adalah makhluk yang unik dan penyendiri. Sebagai akibat dari evolusi hewan yang sederhana, kita tidak bersatu dengan alam; kita telah mengatasi alam. Tidak seperti tingkah laku binatang, tingkah laku kita tidak terkait pada mekanisme-mekanisme instinktif. Akan tetapi perbedaaan yang sangat penting antara manusia dengan binatang adalah terletak pada kemampuan kita akan kesadaran diri, pikiran, dan khayal.

Kepribadian yang sehat menurut Fromm

Fromm memberikan suatu gambaran jelas tentang kepribadian yang sehat. Orang yang demikian mencintai seutuhnya, kreatif, memiliki kemampuan-kemampuan pikiran yang sangat berkembang, mengamati dunia dan diri secara obejektif, memiliki suatu perasaan identitas yang kuat, berhubungan dengan dan berakar di dunia, subjek atau pelaku dari diri dan takdir, dan bebas dari ikatan-ikatan sumbang.
Fromm menyebutkan kepribadian yang sehat: orientasi produktif  , yakni suatu konsep yang serupa dengan kepribadian yang matang dari Allport, dan orang yang mengaktualisasikan diri dari Maslow. Konsep itu menggambarkan penggunaan yang sangat penuh atau realisasi dari potensi manusia. Dengan menggunakan kata “orientasi” , Fromm menunjukan kata itu merupakan suatu sikap umum atau segi pandangan yang meliputi semua segi kehidupan, respons-respons intelektual, emosional, dan sensoris terhadap orang-orang, benda-benda, dan peristiwa-peristiwa di dunia dan juga terhadap diri sendiri.
Empat segi tambahan dalam kepribadian yang sehat dapat membantu menjelaskan apa yang dimaksudkan Fromm dengan orientasi produktif. Keempat segi tambahan itu adalah cinta yang produktif, pikiran yang produktif, kebahagian dan suara hati.
Cinta yang produktif adalah suatu hubungan manusia yang bebas dan sederajat dimana rekan-rekan dapat mempertahankan individualitas mereka. Tercapainya cinta yang produktif merupakan salah satu dalam prestasi-prestasi kehidupan yang lebih sulit. Kita tidak “jatuh” dalam cinta; kita harus berusaha sekuat tenaga karena cinta yang produktif menyangkut empat sifat yang menantang – perhatian, tanggung jawab, respek, dan pengetahuan.
Pikiran yang produktif  meliputi kecerdasan, pertimbangan, dan objektivitas. Pemikir yang produktif didorong oleh perhatian yang kuat terhadap objek pikiran. Pemikir yang produktif dipengaruhi olehnya dan memperhatikannya.
Kebahagian adalah suatu bagian integral dan hasil kehidupan yang berkenaan dengan orientasi produktif; kebahagian itu menyertai seluruh kegiatan produktif. Fromm menuliskan bahwa suatu perasaan kebahagian merupakan bukti bagaimana berhasilnya seseorang “dalam seni kehidupan”. Kebahagian merupakan prestasi kehidupan yang paling luhur.
Suara hati memiliki dua tipe, yakni suara hati otoriter dan suara hati humanisti. Suara hati otoriter adalah penguasa yang berasal dari luar yang di internalisasikan, yang memimpin tingkah laku orang itu. Sedangkan suara hati humanistis ialah suara dari dalam diri dan bukan juga dari suatu perantara dari luar diri. Pendoman kepribadian sehat untuk tingkah laku bersifat internak dan individual. Orang bertingkah laku sesuai dengan apa yang cocok untuk berfungsi sepenuhnya dan menyikapi seluruh kepribadian, tingkah laku-tingkah laku yang menghasilkan seluruh persetujuan dan kebahagian dari dalam. Kesehatan jiwa dalam pandangan Fromm di tetapkan oleh masyarakat, karena kodrat struktur sosial membantu atau menghalangi kesehatan psikologis. Apabila masyarakat-masyarakat yang sakit, maka satu-satunya cara untuk mencapai orientasi produktif ialah dengan hidup dalam suatu masyarakat yang waras dan sehat, yaitu masyarakat yang memajukan produktivitas.

Ciri-ciri kepribadian yang sehat

Sebagai organisme yang hidup dan terus tumbuh, kita didorong untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhan fisiologis dasar akan rasa lapar, haus, dan seks yang mebdorong semua organisme. Selain kita fleksibel dalam memuaskan kebutuhan-kebutuhan ini, kebutuhan-kebutuhan tersebut juga tidak berbeda antara diri kita dan binatang-binatang yang lebih rendah dan tidak begitu penting dalam mempengaruhi kepribadian manusia.
Apa yang penting dalam mempengaruhi kepribadian ialah kebutuhan-kebutuhan psikologis yang tidak memiliki oleh hewan-hewan yang lebih rendah atau sederhana. Semua manusia itu sehat dan ada juga yang tidak sehat hal ini di dorong oleh kebutuhan-kebutuhan tersebut; perbedaanya terletak antara cara bagaimana kebutuhan-kebutuhan ini terpuaskan. Orang-orang yang sehat memuaskan kebutuhan-kebutuhan psikologis secara kreatif dan produktif. Orang yang sakit memuaskan kebutuhan-kebutuhan dengan cara irasional.

Fromm mengemukakan lima kebutuhan yang berasal dari dikotomi kebebasan dan keamanan.

1.      hubungan
manusia menyadari hilangnya ikatan utama  dengan alam dan dengan satu sama lainnya. Kita mengetahui bahwa kita masing-masing terpisah sendirian dan tak berdaya. Sebagai akibatnya, kita harus mencari ikatan-ikatan baru dengan orang-orang lain; kita harus menemukan suatu perasaan hubungan dengan mereka untuk menggantikan ikatan-ikatan yang hilang dengan alam. Fromm percaya bahwa pemuasaan kebutuhan untuk berhubungan atau bersatu dengan orang lain ini sangat penting untuk kesehatan psikologis. Tingkah laku yang irasional, bahkan penyakit jiwa, merupakan akibat yang tidak dapat dielakan karena kegagalan dalam memuaskan kebutuhan ini.
Dalam sistem fromm, orang-orang yang tidak dapat mengamati dunia secara objektif, yang dapat mengamatinya hanya menurut proses-proses batin, telah mengundurkan diri kedalam diri mereka dan kehilangan seluruh kontak dengan kenyataan. Inilah definisi tradisional tentang penyakit jiwa.

2.      trasendensi
trasendensi berhubungan erat dengan kebutuhan akan hubungan seperti kebutuhan manusia untuk mengatasi atau melebihi peranan-peranan pasif sebagai ciptaan. Karena menyadari kodrat kelahiran dan kematian aksidental dan watak eksistensi yang serampangan, manusia didorong untuk melebihi keadaan tercipta menjadi pencipta, pembentuk yang aktif dari kehidupannya sendiri. Fromm percaya bahwa dalam perbuatan menciptakan (anak-anak, ide-ide, kesenian atau barang material) manusia mengatasi kodrat eksistensi yang pasif dan aksidental, dengan demikian mencapai suatu perasaan akan maksud dan kebebasan.

3.      berakar
hakikat dari kondisi manusia seperti kesepian dan tidak berartihal ini timbul dari pemutusan ikatan-ikatan utama dengan alam. Tanpa akar-akar ini orang tak akan berdaya, jelas merupakan kondisi yang amat berat.
Cara yang ideal ialah membangun suatu perasaan persaudaraan denag sesama umat manusia, suatu perasaan keterlibatan, cinta, perhatian, dan partisipasi dalam masyarakat. Perasaan solidaritas denagn orang-orang lain ini memuaskan kebutuhan akan berakar, untuk yang mengkoneksikan dan berhubungan dengan dunia luar.
Fromm mengemukakan suatu cinta yang berfokus pada negaranya sendiri mengeluarkan cinta untuk negara orang lain dan ini merupakan suatu bentuk pemujaan berhala, bukan atas nama cinta.

4.      perasaan identitas
manusia juga membutuhkan suatu perasaan identitas sebagai individu yang unik, suatu identitas menempatkannya terpisah dari orang-orang lain dalam hal perasaanya tentang dia, siapa dan apa.
Cara yang sehat untuk memenuhi kebutuhan ini ialah individualitas, proses seseorang menciptakan suatu perasaan tertentu tentang identitas diri.
Orang-orang yang mengalami individualitas yang berkembang baik mengalami diri mereka seperti lebih mengontrol kehidupan mereka sendiri, dan kehidupan mereka tidak dibentuk oleh orang-orang lain.

5.      kerangka orientasi
bersambung dengan pencarian suatu perasaan diri yang unik ialah suatu pencarian frame of reference atau konteks dengan mana seseorang menginterprestasikan semua gejala dunia. Setiap individu harus merumuskan suatu gambaran konsisten tentang dunia yang memberikan kesempatanuntuk memahami semua peristiwa dan pengalaman.
Dasar yang ideal untuk kerangka orientasi adalah pikiran, yakni sarana yang digunakan seseorang untuk mengembangkan suatu gambaran realitas dan objektif tentang dunia. Terkandung dalam hal ini ialah kapasitas untuk melihat dunia secara objektif, untuk menggambarkan dunia denagn tepat dan tidak mengubahnya dengan lensa-lensa subjetif dari kebutuhan-kebutuhan dan ketakutan-ketakutan didalam diri.

Kita telah membicarakan cara-cara yang sehat dan tidak sehat dari pemuasan lima kebutuhan dalam teori Fromm. Teori ini telah memberikan kita suatu ide tentang kodrat kepribadian yang sehat.

Dari uraian sederhana diatas dapat disimpulkan bahwa kepribadian sehat adalah milik dari setiap individu, pada dasarnya manusia dilahirkan dalam kondisi yang bahagia didalam keadaan menyakitkan sekalipun. Pribadi yang sehat terdapat di setiap insan manusia yang mau menerima kekurangan dan kelebihan dengan penuh bahagia serta menyadari arti kehidupan dengan penuh kebijaksanaan. Maka dari itulah kepribadian yang sehat itu muncul.

Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kemajuan ilmu pengetahuan kepribadian sehat, mohon maaf jika ada salah dalam penulisan dan akhir kata saya ucapkan ...
sumber gambar : indrapangestu.com


Sumber :

Schultz, D. 1991. Psikologi Pertumbuhan. Kanisius. Yogyakarta.

Hall S, C .,& Lindzey, G. 1993. Teori-Teori Psikodinamik (Klinis). Kanisius. Yogyakarta.